Lou Belle Space 2019,

“Kita hanya mencoba mensupport lokal bisnis yang ada, hanya itu yang ada dibenak kami, sebuah team kecil kami di pertengahan 2018 lalu”.

Mencari peluang untuk berkembang rasa nya tidak mudah, tidak juga gampang, mencari bentuk untuk mendapatkan sebuah, path atau jalan setapak menuju pengembangan dengan mencium apa yang sedang dan akan berkembang dimasa yang akan datang, di era digital tidak, mencoba menetapkan bidang usaha baru, yang masih mempunyai garis merah terhadap garis yang dibuat sebelumnya, dalam cakupan kewirausahaan membutuhkan keberanian, konsep yang sejajar, dalam sebuah pola narasi bisnis yang mempunyai visi, untuk siapa bisnis ini sekarang dikembangkan, kepada siapa, keuntungan yang diambil sebesar apa, toleransi dan proses apa yang perlu dilalui, semua adalah proses panjang dari apa yang kami temukan sebelumnya.

Mencoba untuk tidak lagi berada di garda yang tidak terlalu depan, dan berkata cukup, membiarkan yang muda untuk melaju, dengan tidak ada hierarki antara bawahan dan atasan, senioritas, mencoba untuk mengerti dan berkolaborasi, adalah landasan utama dari bentukan Lou Belle sekarang, meredam berbagai ambisi, yang masih bisa kita raih, bermodal sabar dan untuk sesuatu yang lebih baik adalah tujuan kita. Biarkan semua pengalaman kami selama 11 tahun bercerita, suka duka, lika liku terus kami ikuti, sehigga menjadi seperti sekarang, sehingga kami bertiga memutuskan untuk mengubah kata Shop menjadi Space (ruang serbaguna) untuk orang lain tanpa mengurangi kadar bisnis dan relevamsi di jaman digital ini. Tuntutan sebuah soail media bernama Instagram sebuah file foto sharing, yang populer di era digital ini, merupakan sebuah tuntutan, dalam menguji kesabaran yang ada, dalam konteks bisnis yang sedang berjalan, dan belum berumur satu tahun ini. Sebuah frame Instagram tidak akan pernah berhenti untuk membuat frame berikutnya, bisa diartikan kemajuan atau mundur, itu kembali pada penggunanya bukan,?

Terlalu jauh sepertinya kalo menyebut keberadaan teknologi bisa memperdayai Consigment shop yang menjadi konsep awal dibentuknya Lou Belle pada akhir 2009, Lou Belle kini hanya merupakan sebuah akulturasi juga metamorfosa dari konsep sebelumnya, yang dahulu merupakan tempat unit bisnis retail untuk mendagangkan produknya, kini menjadi sebuah tempat untuk mensupport binis local yang ada, dengan unit usaha yang juga relevan pada masanya, bisnis rental dan destinasi adalah sebuah tujuan jangka pendek yang coba dicapai dulu untuk 5-10 tahun kedepan. Jauh dari kata sempurna karena kita kembali melakukan pencarian kembali, belajar kembali untuk mengerti semua kondisi yang sedang terjadi sekarang.

Kata Sharing, dua arah, seolah menjadi dasar pijakan dalam melangkah, sabar di era digital adalah mutlak, karena update itu akan selalu ada, kata update kadang tidak bisa kita mengerti dalam sesaat bukan.? ada perubahan ritual yang signifikan dalam proses teknisnya, apakah ini merupakan bentukan akhir, rasanya tidak juga, selama ada visi untuk hidup lebih panjang, dan terus berkontribusi. Memperbaiki menurut (Timmons & Spinelli 2008:31) Timmons Model cukup menjelaskan membentuk dan memadukan tiga pilar dari kewirausahaan, disertai VIsi Misi yang jelas adalah mutlak disertai strategi yang jelas  menjadi instagramable adalah sebuah proses, bukan berarti tuntutan framing final. Dan akan selalu update berkembang Bersama device nya. Faktor pendorong dari Timmons Model yang pertama adalah peluang dan kemampuan untuk mengenali dan melihat peluang potensial (opportunity), yang kedua adalah sumber daya (resources), sumber daya terbagi atas sumber daya keuangan, aset, orang, dan planning bisnis. yang ketiga adalah tim (team)

Semua bermula dari sebuah keterbatasan, akan hal supply dan demand, dengan tidak berusaha melarikan diri kearah yang tiba-tiba membesar, toh itu ada waktunya besar, atau bahkan bisa semudah membalikan telapak tangan saja.

Main Business Model :

  • Rent
  • Retail

Business Compliment                :

  • Program (Project / Offline activity)

Tentunya dalam hal kerangka menjalankan model bisnis diatas butuh toleransi, dan juga pendalaman berbagai makna mendalam, dasar bisnis skema, timleline, dasar Hukum untuk tetap berpegang pada sebuah kata sukses adalah memberi sesuatu untuk orang lain, tidak mudah. Kembali pada kesabaran, untuk tetap berpegang pada 3 pilar kewirausahaan yang disebut diatas. Lou Belle selalu manis seperti seperti buah apel, dan padat ketika digigit.

Pola pola administrasi, legal, harga, pajak, prosentase, empati, toleransi, dokumentasi, komunikasi, respon, marketing adalah beberapa pemahaman yang harus dipahami dalam konteks sebuah ruang, House Rules, sebagai dasar pengembangan kearah professional juga indikator percepatan yang sosial yang tersirat sangat diperlukan  (Marine – Maret 2020)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s